Agen Mix Parlay

24 February 2018

Peluang Arsenal Kembali ke Liga Champion

Peluang Arsenal Kembali ke Liga Champion
By

Pada musim lalu, Arsenal harus menerima kenyataan bahwa tim asal London tersebut tidak berhasil mendapatkan posisi empat besar pada Liga Champion Eropa untuk pertama kali. Padahal mereka selalu berlangganan untuk mendapatkan posisi tersebut. Selain itu, mereka juga harus menerima kenyataan bahwa mereka juga harus berlaga pada Liga Europa kali ini.

 

Sebagai pelatih, Arsene Wenger tidak menginginkan anak asuhnya bertanding pada liga malam Jumat. Dengan begitu, ia melakukan pembelian mahal dari Lyon atas penyerang Alexandre Lacazette.

 

Namun kembali lagi, Arsenal masih tidak mendapatkan jalan yang mulus. Leg pertama melawan Leicester City mereka menangkan dengan keringat yang bercucuran. Pada dua laga selanjutnya, mereka harus malu karena kalah dari Stoke City dan Liverpool mempermalukan mereka di Anfield.

 

Liga Europa sendiri merupakan jalur Arsenal untuk bisa berlaga pada Liga Champion. Walaupun pada awal laga dengan FC Koln yang berhasil mendapatkan gol terlebih dahulu. Namun begitu, Meriam London berhasil membalikkan keadaan dengan tiga poin. Kemudian pada lima pertandingan, Wenger mulai memanfaatkan pemain lapis keduannya. Menjadi salah satu keputusan yang beresiko. Arsenal hanya bisa menang tipis dan seri dari Red Star Belgrade serta kalah dari Koln yang justru beradai di posisi bawah Bundesliga.

 

Saat ini, The Gunners berada pada posisi enam klasemen sementara dengan raihan poin 45 pada Liga Inggris. Sedangkan untuk Liga Europa sendiri mereka berhasil lolos pada babak penyisihan dan sedang menjalani babak 32 besar dan menghadapi lawan dari Swedia, Oestursunds. Leg pertama sudah mereka lakukan dengan kemengan Arsenal 3-0. Dan leg kedua juga sudah dilakukan pada dini pagi hari ini dengan kemenangan Arsenal.

 

Robert Pires sendiri lebih memberikan saran pada Wenger untuk bisa lebih fokus pada Liga Europa. Hal tersebut bercermin pada pertandingan melawan Manchester United musim lalu. Di mana United gagal melenggang menuju 4 besar. Namun saat lebih fokus pada Liga Europa justru mereka bisa masuk menuju Liga Champions musim kali ini dan berhasil mendapatkan juara liga ini. Namun melihat posisi Arsenal saat ini pada Liga Primer, Pires pesimis mereka bisa mendapatkan posisi 4 besar.

 

Namun Wenger tetap yakin jika anak asuhnya bisa kembali berlaga menuju Liga Champion hanya berbekal Liga Primer. Namun jika ditelisik sebenarnya, Arsenal tertinggal delapan poin dari Chelsea yang menduduki posisi ke empat dan masih harus bertanding 11 laga lagi. Seangkan Arsenal masih harus berhadapan dengan dua lawan besar mereka, MU dan Manchester City.

 

Mungkin mereka bisa mendapatkan poin lebih saat melawan Huddersfield, Newcastle dan Brighton. Namun untuk Burnley, Southampton, dan Leicester merupakan lawan yang perlu diwaspadai. Hal apapun bisa terjadi pada Arsenal. Walaupun hasil bagus, tapi mereka juga harus fokus pada nilai dari lawan mereka.

 

Sedangkan jika melihat dari perkataan Pires, satu langkah lagi Arsenal sudah bisa berada pada babakn 16 besar. Mungkin mereka akan menghadapi lawan yang berat, seperti Atletico Madrid, RB Leipzig yang sudah melumpuhkan Napoli, AC Milan, Borussia Dortmund, Lyon dan Lyon. Satu lagi kekurangan mereka pada Liga Europa adalah tidak bisa menggunakan Pierre-Emerick Aubameyang yang mereka beli untuk menggantikan Alexis Sanchez.

 

Jika dilihat kemungkinan perkataan Pires lebih tepat. Terlebih lagi dengan permainan tidak konsisten mereka pada Liga Primer, Arsenal akan mustahil mendapatkan posisi empat besar. Di samping itu, ketidakhadiran Aubemeyang merupakan kerugian Arsenal. Membagi fokus juga bukan saran baik. Apabila mereka merasa tertekan pada liga lalu yang akhirnya tersingki dari Liga Europa, maka mereka mau tidak mau harus berlaga lagi pada Liga malam Jumat di musim depa

8 May 2017

Alexis Sanchez Baru Akan Membicarakan Masa Depan Setelah Musim Kompetisi Berakhir

Alexis Sanchez Baru Akan Membicarakan Masa Depan Setelah Musim Kompetisi Berakhir
By

Penyerang internasional Chile Alexis Sanchez mengaku akan menunda pembicaraan mengenai masa depannya di Arsenal hingga musim 2016/17 berakhir. Sang penyerang mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Arsenal di musim ini sehingga ada kemungkinan dirinya meninggalkan Stadion Emirates di bursa transfer musim panas mendatang. Kontrak Alexis Sanchez di Arsenal akan berakhir pada akhir musim 2017/18 mendatang yang berarti sang pemain akan segera memasuki tahun terakhir kontraknya di Arsenal. Memperpanjang kontrak atau menjual sang pemain di musim panas nanti akan menjadi pilihan manajemen Arsenal jika tidak ingin kehilangan Alexis Sanchez dengan status free transfer di akhir musim 2017/18. Beberapa klub elit Eropa dikabarkan sangat tertarik mendatangkan Alexis Sanchez jika sang pemain memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Arsenal. Kubu Bayern Munich bahkan secara terbuka telah mengatakan siap membayar 55 juta Poundsterling untuk mendapatkan Alexis Sanchez.

 

Sang pemain mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Arsenal di musim ini; terlebih lagi setelah kekalahan yang dialami di White Hart Lane. Alexis Sanchez mengaku Arsenal ia anggap sebagai salah satu klub yang memainkan sepakbola terbaik. Karena alasan itulah ia memilih bergabung di Arsenal daripada bergabung ke Liverpool sebagai bagian dari transaksi pembelian Luis Suarez oleh Barcelona pada waktu itu. Optimisme meraih gelar juara yang prestisius bersama Arsenal diakui Alexis Sanchez menurun meski musim ini ia masih berpeluang membawa Arsenal menjadi juara Piala FA.

 

Alexis Sanchez mengaku akan berdiskusi dengan Arsene Wenger di akhir musim ini untuk menentukan apa yang terbaik bagi Arsenal, bagi dirinya sebagai pemain dan juga bagi Wenger selaku manajer. Membicarakan masa depan dirinya di Arsenal pada saat ini disebut Alexis akan menggangu fokusnya pada target tersisa di musim ini yaitu memenangkan gelar Piala FA dan lolos ke LIga Champions Eropa musim depan. Sebagai pemain; Alexis Sanchez mengaku sangat terpukul dengan kekalahan di White Hart Lane pada pekan lalu. Hanya saja kemenangan atas Manchester United di Stadion Emirates ternyata dapat menjadi momen yang dapat membangkitkan semangat para pemain menjelang final Piala FA.

5 April 2017

3 Hal Yang Jadi faktor Pembeda Antara Barcelona dan Real Madrid

3 Hal Yang Jadi faktor Pembeda Antara Barcelona dan Real Madrid
By

Bicara mengenai sepak bola Spanyol rasanya kurang lengkap jika tidak menyinggung perseteruan abadi antara Barcelona dengan Real Madrid. Perseteruan kedua klub ini telah mendarah daging di seantero Spanyol bahkan di seluruh dunia. Dua klub besar yang sama-sama bersaing untuk membuktikan sebagai jawara sejati tanah matador Spanyol. ada beberapa hal yang jadi faktor beda Barcelona dan Real Madrid.

3 Hal Yang Jadi faktor Pembeda Antara Barcelona dan Real Madrid

Sejauh ini kedua tim tersebut tampil sangat beringas pada setiap musim kompetisi La Liga. Kedua tim selalu menyajikan permainan ciamik dengan skuad pemain-pemain bintang. Setiap pertemuan yang mempertemukan Barca dan Madrid akan menjadikan fokus khusus pecinta sepak bola dunia. Namun, jika dicermati secara mendalam ada banyak hal yang beda Barcelona dan Real Madrid, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Hasil Dari Pembinaan

Beda Barcelona dan Real Madrid yang pertama adalah mengenai kekuatan pemain dalam masing-masing tim. Dimulai dari kedalaman kualitas skuad yang ada di Barcelona. Tim kota Catalan ini selama beberapa tahun kompetisi terakhir selalu dihuni oleh pemain yang berkualitas hebat dan dianggap merata. Yang spesial dari skuad pemain ini adalah hampir semuanya merupakan produk lokal.

Produk lokal yang dimaksud adalah pemain inti skuad Barcelona yang merupakan lulusan akademi sepak bola binaan Barcelona yang bernama Akademi La Masia. Selama perjalanan Klub, akademi ini selalu menyumbangkan pemain-pemain inti dalam skuad inti El Barca. Ini yang jadi beda Barcelona dan Real Madrid. Secara umum tim Barca selalu memberikan kepercayaan lebih kepada produk lokalnya.

Selanjutnya, melihat kedalaman skuad Real Madrid yang selama ini dikenal hebat justru berasal dari pemain impor di luar akademi Real Madrid. Skuad hebat Madrid selalu dihuni para pemain bintang dengan gaji selangit, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan prestasi secara instan. Dari pemain kedua klub ini, maka akan terlihat jelas beda Barcelona dan Real Madrid sejauh ini.

  1. Pelatih

Beda Barcelona dan Real Madrid Yang berikutnya adalah mengenai kebijakan pelatih yang dipilih oleh manajemen tim. Selama kurang lebih 10 musim kompetisi terakhir banyak pelatih top dunia yang berhasil didaratkan di kedua tim. Untuk Real Madrid Lebih banyak terhitung gonta-ganti pelatih. Semua pelatih yang direkrut Madrid selalu berlabel top, antara lain Carlo Ancelotti dan Juga Jose Mourinho.

Semua pelatih top yang pernah menangani Madrid selalu membawa torehan manis tersendiri. Namun baru di tangan kepelatihan Zidane lah Madrid berhasil meraih gelar ke sepuluh trofi Liga Champions Eropa. Kenyataan sebaliknya justru terjadi di kubu lawan yaitu Barcelona. Selama 1 dekade terakhir El Barca tak banyak ganti pelatih, hanya tercatat beberapa nama saja.

Deretan pelatih Barcelona tersebut hanya sekitar 4 nama termasuk pelatih Barca sekarang yaitu Luis Enrique. Beda Barcelona dan Real Madrid pada masalah kursi pelatih ini selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan.

  1. Gaya Main

Beda Barcelona dan Real Madrid yang ketiga adalah mengenai cara bermain kedua tim dalam setiap pertandingannya. Barcelona menggoncang dunia sepak bola dengan gaya main pendek merapat yang dikenal dengan istilah tiki-taka ala Barcelona. Gaya bermain seperti ini sangat efektif diterapkan Barca sehingga berhasil mendulang beberapa prestasi besar.

Sedangkan Real Madrid dikenal dengan pola permainan yang jauh berbeda. Kubu Madrid lebih mengandalkan kecepatan kedua lini sayap dalam menyerang serta mencetak gol. Sehingga terlihat jelas beda Barcelona dan Real Madrid untuk masalah pola main

Posted in: Liga Spanyol, Sepakbola