Agen Mix Parlay

13 April 2018

UEFA Akan Beri Sanksi Untuk Liverpool

UEFA Akan Beri Sanksi Untuk Liverpool
By

Penyerangan oleh suporter Liverpool terhadap Bus yang yang ditumpangi para pemain, staf dan pelatih Manchester City pada hari Rabu, sebelum laga perempat final Liga Champions berbuntut panjang, UEFA akan memberikan sanksi terhadap Liverpool.

 

Liverpool dituntut karena melanggar pasal 16 peraturan disiplin UEFA yang berhubungan dengan  prilaku suporter The Reds, yaitu tindakan perusakan, gangguan massa , penyalaan kembang api dan pelemparan benda-benda di dalam stadion. Dalam pasal 16 ini, Liverpool ikut bertanggung jawab terhadap keamanan di luar dan di dalam stadion baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan.

 

UEFA akan melakukan sidang terhadap kasus ini pada 31 Mei 2018, yaitu lima hari setelah final Liga Champions, hal ini berarti sanksi yang di berikan oleh UEFA terhadap the Reds  akan berlaku untuk musim depan.

 

Dalam insiden penyerangan terhadap bus ini, tidak ada pihak Manchester City  yang terluka, namun dua orang polisi yang mengamanan area kejadian ikut terluka. Sementara itu pihak Kepolisian juga telah meminta semua rekaman kejadian dari siapa pun yang punya untuk kepentingan penyelidikan.

 

Pihak Liverpool sendiri telah mengeluarkan pernyataan sebelum kick off babak pertama di mulai “Kami meminta maaf tanpa ragu kepada Pep Guardiola, para pemain, staf, dan pejabatnya. Prioritas sekarang adalah untuk menetapkan fakta dan menawarkan  dukungan apa pun yang dibutuhkan oleh Manchester City.” Seperti yang di lansir BBC.

 

Pada laga yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Liverpool ini, semua gol tercipta pada babak pertama. Mohamed Salah membuka skor 1-0 lewat umpan Roberto Firminoke 12 pada menit, pada menit ke 21 giliran Chamberlain menggandakan skor menjadi 2-0 lewat umpan James Milner. Sadio Mane menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke 31 yang memanfaatkan umpan dari Mohamed Salah. Skor 3-0 bertahan hingga akhir laga.

 

Laga leg kedua perempat final di Etihad Stadium akan berlangsung pada 10 April waktu setempat, namun kedua tim akan  menjalani laga Liga Premier pada Sabtu, City akan menjamu Manchester United, dimana jika City berhasil memetik kemenangan maka sekaligus akan memastikan trophy Liga Premier musim ini. Sementara itu Liverpool akan menjalani derby Merseyside ke markas Everton

13 April 2018

Guardiola Pacu Semangat Tim Setelah Kalah di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions

Guardiola Pacu Semangat Tim Setelah Kalah di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions
By

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengatakan para pemain City harus tetap percaya diri bahwa mereka masih bisa memenangkan laga perempat final Liga Champions, meskipun telah kalah 3-0 di leg pertama melawan Liverpool.

 

Manchester City kalah 3-0 di Anfield di leg pertama pada Rabu, 4 April waktu setempat , dimana gol pembuka di cetak oleh top skor Liverpool,  Mohamed Salah pada menit ke 12 yang memanfaatkan umpan dari Roberto Firmino. Pada menit ke 21 giliran Chamberlain yang membobol gawang Moraes, sementara gol ketiga di cetak oleh Sadio Mane pada menit ke 31, Mane meneruskan umpan dari Mohamed Salah.

 

Pada babak kedua City coba tampil menekan, namun tidak membuahkan hasil. Pada laga ini tidak ada satu pun tendangan atau shot dari City yang tepat menuju sasaran, alias semua shot melebar  dari gawang.

 

Namun meskipun kalah dengan skor yang lumayan telak, Guardiola tidak ingin timnya putus asa. Seperti  Barcelona yang yang musim lalu kalah 4-0 di leg pertama kala lawan Paris Saint Germain, namun mampu membalikan keadaan di leg kedua dengan skor 6-1. Menurutnya hal  ini juga bisa terjadi pada City.

 

“Kami benar-benar harus bekerja lagi seperti neraka. Kami tidak di babak berikutnya. Mengapa saya harus merayakannya ? Mari kita bicarakan itu setelah pertandingan kedua dan kita akan melihat apakah kita berbicara tentang hal yang sama atau tidak.” Kata Guardiola seperti dilansir oleh BBC.

 

“Kami punya waktu 90 menit buat kami, Juventus, Sevilla dan Roma. Kami punya waktu 90 menit lagi dan kami akan mencoba” lanjut  Guardiola.

 

Manchester City sendiri sebelum menjalani laga leg kedua perempat final Liga Champions di Etihad Stadium pada 10 April mendatang, akan menjamu Manchester United terlebih dahulu di laga lanjutan Liga Premier pada Sabtu (7 April). Pada laga ini andaikan Cityzens mampu menang, maka akan meraih gelar juara Liga Premier Inggris musim ini.

Posted in: Internasional, Sepakbola
24 February 2018

Peluang Arsenal Kembali ke Liga Champion

Peluang Arsenal Kembali ke Liga Champion
By

Pada musim lalu, Arsenal harus menerima kenyataan bahwa tim asal London tersebut tidak berhasil mendapatkan posisi empat besar pada Liga Champion Eropa untuk pertama kali. Padahal mereka selalu berlangganan untuk mendapatkan posisi tersebut. Selain itu, mereka juga harus menerima kenyataan bahwa mereka juga harus berlaga pada Liga Europa kali ini.

 

Sebagai pelatih, Arsene Wenger tidak menginginkan anak asuhnya bertanding pada liga malam Jumat. Dengan begitu, ia melakukan pembelian mahal dari Lyon atas penyerang Alexandre Lacazette.

 

Namun kembali lagi, Arsenal masih tidak mendapatkan jalan yang mulus. Leg pertama melawan Leicester City mereka menangkan dengan keringat yang bercucuran. Pada dua laga selanjutnya, mereka harus malu karena kalah dari Stoke City dan Liverpool mempermalukan mereka di Anfield.

 

Liga Europa sendiri merupakan jalur Arsenal untuk bisa berlaga pada Liga Champion. Walaupun pada awal laga dengan FC Koln yang berhasil mendapatkan gol terlebih dahulu. Namun begitu, Meriam London berhasil membalikkan keadaan dengan tiga poin. Kemudian pada lima pertandingan, Wenger mulai memanfaatkan pemain lapis keduannya. Menjadi salah satu keputusan yang beresiko. Arsenal hanya bisa menang tipis dan seri dari Red Star Belgrade serta kalah dari Koln yang justru beradai di posisi bawah Bundesliga.

 

Saat ini, The Gunners berada pada posisi enam klasemen sementara dengan raihan poin 45 pada Liga Inggris. Sedangkan untuk Liga Europa sendiri mereka berhasil lolos pada babak penyisihan dan sedang menjalani babak 32 besar dan menghadapi lawan dari Swedia, Oestursunds. Leg pertama sudah mereka lakukan dengan kemengan Arsenal 3-0. Dan leg kedua juga sudah dilakukan pada dini pagi hari ini dengan kemenangan Arsenal.

 

Robert Pires sendiri lebih memberikan saran pada Wenger untuk bisa lebih fokus pada Liga Europa. Hal tersebut bercermin pada pertandingan melawan Manchester United musim lalu. Di mana United gagal melenggang menuju 4 besar. Namun saat lebih fokus pada Liga Europa justru mereka bisa masuk menuju Liga Champions musim kali ini dan berhasil mendapatkan juara liga ini. Namun melihat posisi Arsenal saat ini pada Liga Primer, Pires pesimis mereka bisa mendapatkan posisi 4 besar.

 

Namun Wenger tetap yakin jika anak asuhnya bisa kembali berlaga menuju Liga Champion hanya berbekal Liga Primer. Namun jika ditelisik sebenarnya, Arsenal tertinggal delapan poin dari Chelsea yang menduduki posisi ke empat dan masih harus bertanding 11 laga lagi. Seangkan Arsenal masih harus berhadapan dengan dua lawan besar mereka, MU dan Manchester City.

 

Mungkin mereka bisa mendapatkan poin lebih saat melawan Huddersfield, Newcastle dan Brighton. Namun untuk Burnley, Southampton, dan Leicester merupakan lawan yang perlu diwaspadai. Hal apapun bisa terjadi pada Arsenal. Walaupun hasil bagus, tapi mereka juga harus fokus pada nilai dari lawan mereka.

 

Sedangkan jika melihat dari perkataan Pires, satu langkah lagi Arsenal sudah bisa berada pada babakn 16 besar. Mungkin mereka akan menghadapi lawan yang berat, seperti Atletico Madrid, RB Leipzig yang sudah melumpuhkan Napoli, AC Milan, Borussia Dortmund, Lyon dan Lyon. Satu lagi kekurangan mereka pada Liga Europa adalah tidak bisa menggunakan Pierre-Emerick Aubameyang yang mereka beli untuk menggantikan Alexis Sanchez.

 

Jika dilihat kemungkinan perkataan Pires lebih tepat. Terlebih lagi dengan permainan tidak konsisten mereka pada Liga Primer, Arsenal akan mustahil mendapatkan posisi empat besar. Di samping itu, ketidakhadiran Aubemeyang merupakan kerugian Arsenal. Membagi fokus juga bukan saran baik. Apabila mereka merasa tertekan pada liga lalu yang akhirnya tersingki dari Liga Europa, maka mereka mau tidak mau harus berlaga lagi pada Liga malam Jumat di musim depa