Agen Mix Parlay

1 April 2017

Arrigo Sacchi, Pelatih Legenda AC Milan

Arrigo Sacchi
By

Bila membicarakan AC Milan, mungkin Anda pernah mendengar tentang Arrigo Sacchi. Hari ini, pelatih terbaik sepanjang masa AC Milan ini berulang tahun.

Arrigo Sacchi merupakan pemimpin Milan di masa 1980an. Saat itu, Milan belumlah menjadi momok menakutkan di Serie A. Terpuruk di klasemen, Milan dipandang remeh di Serie A.

Presiden Milan, Silvio Berlusconi, memang suka sekali mengganti pelatihnya dengan seseorang yang belum terkenal. Beberapa nama kurang terkenal yang pernah melatih Milan antara lain Leonardo de Araujo, Filippo Inzaghi, Clarence Seedorf, Massimiliano Allegri, Sinisa Mihajlovic, Cristian Brocchi, dan Vincenzo Montella.

Tentu saja nama-nama di atas kalah terkenal dibanding Carlo Ancelotti yang pernah melatih Milan. Hasilnya tentu saja sebanding. Milan minim prestasi selama dipegang pelatih di atas. Hanya Piala Super Italia dan satu juara Serie A yang pernah dipersembahkan selama pergantian beberapa pelatih tersebut.

Saat penunjukkan Arrigo Sacchi, Berlusconi sebenarnya juga berspekulasi. Sacchi sedang melatih AC Parma (saat ini berada di Lega Pro) ketika dua kali mengalahkan AC Milan. Mungkin inilah yang menjadikan Berlusconi tertarik untuk menjadikan Sacchi sebagai pelatih AC Milan.

Sacchi sendiri belum berpengalaman ketika itu. Ia hanya menangani tim usia mudah dan divisi bawah. Penunjukkan Sacchi diragukan berbagai pihak. Namun, Berlusconi berharap banyak pada Sacchi.

Kepiawaian Arrigo Sacchi.

Revolusi pun diadakan. Ketika sebagian besar tim Italia bermain dengan filosofi permainan bertahan yang populer saat itu, Sacchi justru berbuat sebaliknya.

Milan yang kesulitan secara finansial dan kualitas diubahnya menjadi tim menyerang. Pemain muda berbakat seperti Franco Baresi, Carlo Ancelotti, dan sang legenda Paolo Maldini direkrut. Pemain Belanda van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard juga memasuki skuad Milan.

Tidak tanggung-tanggung. AC Milan bangkit secara luar biasa. Delapan gelar bergengsi direbut Milan ketika itu, termasuk 2 kali juara Liga Champion berturut-turut pada tahun 1989-1990.

Milan pun dijuluki “The Dream Team”. Fans AC Milan dan seluruh dunia pun terkesima dengan AC Milan racikan Sacchi.

Keberhasilan bersama AC Milan pun berujung nasib baik bagi Sacchi. Ia ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia menggantikan Azeglio Vicini yang gagal membawa Gli Azzurri ke Piala Eropa 1992.

Tugas pertama Sacchi adalah meloloskan Italia ke Piala Dunia 1994. Kembali Sacchi melakukan rombakan besar. Tim bertahan Italia ia ubah menjadi tim menyerang. Sesuatu yang melawan pendapat publik saat itu.

Beberapa pemain bintang tidak dipanggil karena tidak sesuai dengan permainannya. Roberto Mancini, Gianluca Vialli, Walter Zenga, dan Giuseppe Bergomi termasuk pemain bintang yang didepaknya.

Sebagai pengganti, ia memanggil Roberto Baggio. Salah satu pemain yang kelak menjadi bintang dan meraih Ballon d’Or pada tahun 1993. Baggio juga menjadi anak emas Sacchi di Gli Azzurri, sama seperti halnya van Basten di AC Milan.

Pembuktian pun ia lakukan dengan meloloskan Italia ke Piala Dunia 1994.

Piala Dunia 1994.

Pada Piala Dunia 1994, Italia tampil kurang mengesankan di babak awal. Mereka kalah pada pertandingan perdana melawan Irlandia. Namun, Gli Azurri bangkit di 2 pertandingan sisa dan menjadi peringkat ketiga terbaik. Italia lolos ke babak selanjutnya karena waktu itu sistem Piala Dunia berbeda dengan saat ini (Anda bisa membaca tentang peraturan Piala Dunia 1994 di https://en.wikipedia.org/wiki/1994_FIFA_World_Cup).

Tim Italia membuat langkah yang sangat baik hingga mencapai final melawan Brazil. Sayangnya, Italia harus kalah dalam drama babak penalti. Pencapaian hingga final ini menjadikan Sacchi terkenal dan masih dipercaya untuk menangani Gli Azzurri di perhelatan Piala Eropa 1996.

Piala Eropa 1996.

Italia kembali lolos ke Piala Eropa 1996. Namun, nasib sial tampaknya dialami Italia. Tergabung dalam grup neraka bersama Jerman, Russia, dan Republik Ceko, Italia gagal lolos dari babak grup.

Sacchi pun harus meninggalkan kursi kepelatihan timnas Italia tanpa gelar.

Bagaimana pun juga, Sacchi akan selalu dikenal sepanjang masa sebagai salah satu pelatih tersukses AC Milan.

Sampai saat ini, bila orang membicarakan AC Milan, pastinya akan teringat akan tim besutan Sacchi dan sepak terjang trio Belanda van Basten, Gullit, dan Rijkard.

Selamat ulang tahun, Mister Sacchi.